Wed. Jun 23rd, 2021

Pesta Sabu dalam Mobil Box Es Krim Keliling, Pecatan Polisi Ditangkap

Tanggamus (IKN) – Mantan anggota Polri pecatan tahun 2015, FR (34), warga Kemiling, Bandar Lampung ditangkap Tim Reskrim Polsek Cukuh Balak, saat sedang pesta sabu bersama dua rekannya OP (29) warga Lampung Selatan dan MA (29) warga Durian Payung, Bandar Lampung, di pinggir Pantai Karang Putih, Putih Doh, Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, modus jualan es krim mobil box keliling, Sabtu (22/05/2021).

Kapolsek Cukuh Balak Polres Tanggamus Ipda Eko Sujarwo, mengatakan, ketiga pelaku FR, OP, dan MA, diamanakan saat petugas melaksanakan patroli di area pantai Putih Doh. Petugas mendapati mobil box L300 warna hitam B-9496-BCW yang mencurigakan terparkir di pinggir Pantai Karang Outih Pekon Putih Doh. Setelah diperiksa terdapat satu di dalam mobil diduga sedang menggunakan bong/alat hisap untuk mengonsumsi jenis sabu-sabu. Sedangkan dua orang lainnya duduk di depan mobil.

Ketiga terduga diamankan di pinggir pantai Putih Doh pada pukul 10.00 WIB,” kata Ipda Eko Sujarwo, dalam keterangan persnya, Minggu (23/05/2021).

Saat dilakukan interogasi, kata Kapolsek FR mengaku sebagai anggota Polda Lampung, sehingga Kapolsek melakukan konfirmsi ke Biro SDM Polda Lampung dan diketahui terduga FR diberhentikan melalui Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

“Dari dompet terduga FR juga ditemukan KTA 2011, namun setelah kami melakukan konfirmasi ternyata FR telah di PTDH dari dinas kepolisian pada tahun 2015,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan FR dan konfirmasi ke Polda Lampung bahwa ia di dipecat pada 2015 karena desersi atau meninggalkan tugas. “Saat itu FR berpangkat Briptu dan di PTDH tanggal 31 Desember 2015 sesuai KEP Kapolda Lampung Nomor KEP/754/XII/2015,” kata Ipda Eko Sujarwo.

Dari hasil penggeledahan di dalam boks mobil tersebut di dalam mobil berisi es krim sisa penjualan di wilayah kecamatan Cukuh Balak dan sekitarnya. Para pelaku kemudian dilakukan test urine dan hasilnya diketahui dua positif metafetamine.

Petugas juga mengamankan barang bukti plastik klip sabu sisa pakai, alat hisap sabu/bong, kaca pirex, 4 korek api gas, dua kotak rokok, lima potongan pipet, tas warna abu-abu berisi uang Rp32,2 juta dan dompet berisi uang Rp2,5 juta dan empat handphone.

“Sesampainya di Polsek, dilakukan tes urine, diketahui urine FR dan OP positif sabu,” kata Kaposlek.

Guna proses penyidikan lebih lanjut, ketiga terduga diserahkan ke Satresnarkoba Polres Tanggamus. “Penyidikannya dilakukan di Polres Tanggamus, untuk sementara ketiganya diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat ( 1 ) UU RI Nomor 35 Tahun 2009,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan FR, ia mengaku mengkonsumsi sabu sejak tadi malam dilanjutkan pada pukul 09.00 Wib di pantai Putih Doh menggunakan alat hisap yang dibuatnya sendiri. “Tadi malam pakai di Jatiringin, pagi tadi pakai lagi di pantai,” kata FR.

FR mengakui Sabu tersebut dibeli dari Bandar Lampung, lalu disimpan di dalam bungkus rokok. “Belinya Rp300 ribu di Bandar Lampung,” kata FR. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *