Sun. Feb 23rd, 2020

Marak Iuran Sekolah Disdikbud Lamtim Akan Lakukan Pembinaan

Lampung Timur, (IKN) – Maraknya informasi Pungutan Liar (Pungli) yang dikemas sumbangan, dan Study Tour alasan kurikulum.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Timur akan lakukan pembinaan, pada SMP N 1 Way Bungur.

Hal itu juga merujuk pada surat edaran Bupati Lampung Timur tentang larangan pada satuan pendidikam pungut biaya pendidikan. Ujar Suprapto Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Lampung Timur.

Rabu 15/01/20, Suprapto diruang kerjanya tegas menyampaikan sekolah hanya bisa menerima sumbangan dan tidak boleh melakukan pungutan, dengan dalih apapun, termasuk juga dengan biaya study tour.

Menurutnya, hal itu juga telah dituangkan pada Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemedikbud) RI Nomor44 Tahun 2012.
Bahkan dikuatkan lagi dengan edaran Bupati Nomor 420/597/03/SK/2019, tentang larangan pungutan biaya pendidikan pada satuan pendidikan.

Diakatakanya, saat ini mungkin masih saja ada kesalah fahaman sekolah dalam melaksanakan kebijakan untuk menambah sarana pendidikan, sehingga sering terjadi konflik antara wali murid dan pihak sekolah bahkan Komite sekolah.

Dikatakanya, Study Tour identik dengan bisnis, karenanya wajar apabila tidak dilaksanakan, begitupun dengan bantuan atau sumbangan, pihak sekolah melalui komite lakukan kegiatan sumbangan namun ada nominal, “semestinya, sumbangan itu tidak boleh dipatok, apalagi wajib” tambahnya.

,”Kalau dipatok itu sama saja pungutan, mestinya rapat bersama, itupun berpariasi, tidak boleh dipatok, boleh saja asal sesuai aturan berlaku.
Kami akan melakukan klarifikasi dan pembinaan terlebih dahulu, sesuai tugas dan fungsi Dinas, semoga kedepanya tidak lagi terulang,” kata Suprapto.

Seperti dirilis sebelumnya, ada wali murid SMP N 1 Way Bungur yang mengeluhkan perihal biaya siswa untuk infaq sekolah sebesar 120 ribu dan biaya study tour 350 ribu.

,”Katanya bantuan atau sumbangan infaq, tapi ditentukan jumlah dan tidak keluar nomor semester kalau kita belum bayar infaq, dan study tour katanya untuk nilai kurikulum, tapi ternyata tidak ada nilai itu,” ujar sang wali murid tersebut. (DS/VR-1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *