Thu. Aug 13th, 2020

Lampung Musnahkan 179, 14 Kg Sabu, dan 128.200 Butir Pil Ektasy

Bandar Lampung, (IKN) – Polda Lampung dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) musnahkan barang buki ratusan kilo sabu dan ratusan ribu butir pil ekstasi, di akhir Tahun 2019. Pemusnahan dipimpin Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, di Halaman Korpri Kantor Gubernur Lampung, Rabu (18/12/2019)

Pemusnahan juga disaksikan Kapolda Lampung Irjen Pol Purwandi Arianto dan Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol Ery Nursatari, Direktur Narkoba Polda Lampung,  dan jajaran Fokorpimda Provinsi Lampung. Barang bukti narkoba yang dimusnahkan yakni Ganja 125kg, Shabu 179, 14 kg, Ekstacy sebanyak 128.200 butir, Erimin 5 sebanyak 2.500 butir dan Opium 1,3 kg.

Gubernur Arinal mengatakan kegiatan pemusnahan ini merupakan bukti keseriusan dalam memerangi narkotika. Berdasarkan data Puslitdatin BNN RI dan Universitas Indonesia 2017 angka prevalensi penyalahguna narkoba di Provinsi Lampung menempati urutan ke 3 dari 10 provinsi di Sumatera dengan penyalahguna sebanyak 128.529 orang.

Gubernur mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberantas peredaran narkotika khususnya di Provinsi Lampung. “Perang terhadap penyalahguna narkotika dan prekursor narkotika harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Pemda Lampung, Polda dan BNNP bersama seluruh komponen bangsa harus melaksanakan kegiatan nyata agar Lampung bersih dari peredaran narkotika dan precursor narkotika ” tegas Gubernur.

Kapolda Lampung Irjen Pol Purwandi Arianto mengatakan secara nasional angka kejahatan narkoba semakin meningkat dari tahun ke tahun, baik dari aspek kuantintas maupun kualitas. Berdasarkan hasil survey, penyalahguna narkoba di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 6,4 juta jiwa, dimana diantaranya 15.000 pertahun orang atau 40-50 orang/hari mati karena narkoba.

Di Lampung sendiri, ia melanjutkan, jumlah penyalahguna narkoba mencapai 89 ribu orang dan menempati peringat 10 besar dari 34 provinsi di Indonesia. “Provinsi Lampung saat ini bukan hanya sebagai tempat transit peredaran narkoba namun sudah menjadi daerah pemasaran yang sangat potensial, hal tersebut terbukti dari beberapa pengungkapan kasus narkoba yang berhasil dalam jumlah yang sangat besar,” jelas Kapolda.

Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol Ery Nursatari mengatakan proses pemusnahan narkoba dilakukan dengan menggunakan alat Incenerator, yaitu dengan cara membakar barang bukti dengan suhu 1200° C hingga habis tanpa bersisa. Dari beberapa kasus yang berhasil terungkap, terlihat jumlah narkoba yang beredar di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung meningkat, hal tersebut dikarenakan tingginya angka permintaan sehingga melambungkan harga penjualan da menjadikan banyak keuntungan dari kegiatan peredaraan narkotika.

Direktur Reskrim Narkoba Polda Lampung Kombes Shobarmen menambahkan adapun data pengungkapan kasus narkoba sepanjang 2019 adalah, Ganja sebanyak 492,2 kg, Shabu 256,7 kg, Ekstacy 161.918 ¼ butir, Psikotropika 23.320 ½ butir, tembakau gorilla 150,37 gram dan opium 1,3 kg. “Menyikapi hal tersebut, saat ini jajaran Polda Lampung terus berupaya menekan angka penyalahgunaan narkoba melalui langkah preemtif, preventif dan penengakkan hukum serta kerjasama lintas sektoral,” ujarnya. (jun/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *